A. Latar Belakang
Secara fisika, ketika suhu suatu ruangan naik, maka molekul-molekul udara akan menjadi ringan dan udara pun mengembang. Begitu pula apabila suhu suatu ruangan turun, maka molekul-molekul udara akan menjadi berat dan udara pun merapat. Berdasarkan teori tersebut, maka kami ingin menguji kebenaran teori itu melalui sebuah percobaan sederhana, yaitu dengan menempatkan sebuah balon di atas mulut botol dengan suhu botol yang berbeda-beda.
B. Rumusan Masalah
Apakah ada pengaruh antara suhu dengan kerapatan udara?
C. Hipotesa
Semakin rendah suhu ruangan, maka semakin rapat ruang antar molekul udara. sedangkan semakin tinggi suhu suatu ruangan, semakin renggang ruang antar molekul udara.
D. Definisi Variabel
- Variabel kontrol : botol kaca dan balon
- Variabel manipulasi : suhu ruangan
- Variabel respon : perubahan kerapatan udara di dalam botol
E. Rancangan Penelitian
Untuk percobaan ini kami membutuhkan 3 botol kaca dan 3 balon.
1. Untuk botol pertama kami pasang balon di mulut botol dan kami panaskan di dalam air yang mendidih.
2. Untuk botol kedua kami pasang balon di mulut botol dan kami tempatkan di dalam kulkas atau frezer.
3. Untuk botol ketiga kami pasang balon di mulut botol dan kami tempatkan di ruangan dengan suhu ruangan normal.
F. Data Hasil Penelitian
Berikut kami sajikan hasil percobaan kami.
Botol
|
Perubahan Pada Balon
|
|
Menyusut
|
Mengembang
|
|
1
|
-
|
+
|
2
|
+
|
-
|
3
|
-
|
-
|
G. Kesimpulan
Berdasarkan percobaan kami di atas, maka bisa kami simpulkan bahwa hipotesa di atas adalah benar. Semakin
rendah suhu ruangan, maka semakin rapat ruang antar molekul udara.
sedangkan semakin tinggi suhu suatu ruangan, semakin renggang ruang
antar molekul udara.
Oleh:
- Joshua Kurnia Tandi (XI IPA 1 / 7)
- Evania Yanasari Ritto (XI IPA 1 / 11)
- William Febrian (XI IPA 1 / 25)
Oleh:
- Joshua Kurnia Tandi (XI IPA 1 / 7)
- Evania Yanasari Ritto (XI IPA 1 / 11)
- William Febrian (XI IPA 1 / 25)
Bagus sekali penelitian ini.Nilai 100
BalasHapusWow.... Mantap
BalasHapusWow.... Mantap
BalasHapus